Search blog.co.uk

  • Bu Pa Bu Pa by. Guo Mei mei

    Bu Pa Bu Paby: Guo Mei mei, Jocie

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    HELLO
    kan wo
    ni zai hai pa shen me

    shi wo cuo
    mei neng gou a
    ba zi ji bian de cheng shou
    shang kou
    na me duo
    yi jing bu pa zai tong
    mei shen me
    zhuan shen yi hou
    wo hui lian cheng hu ti shen gong

    kan jian zhang lang
    wo bu pa bu pa la
    wo shen jing bi jiao da
    bu pa bu pa bu pa la
    dan qie zhi hui rang zi ji geng qiao cui
    ma bi ye shi yong gan biao xian

    yi ge ren shui
    ye bu pa bu pa la
    yong qi dang mian bei
    bu pa bu pa bu pa la
    ye wan zai hei wo jiu dang kan bu jian
    tai yang yi ding jiu kuai chu xian

    HELLO
    kan wo
    ni zai hai pa shen me

    shi wo cuo
    mei neng gou a
    ba zi ji bian de cheng shou
    shang kou
    na me duo
    mei di fang ke yi zai shou shang le
    mei shen me
    zhuan shen yi hou
    wo hui lian cheng hu ti shen gong

    kan jian zhang lang
    wo bu pa bu pa la
    wo shen jing bi jiao da
    bu pa bu pa bu pa la
    dan qie zhi hui rang zi ji geng qiao cui
    ma bi ye shi yong gan biao xian

    yi ge ren shui
    ye bu pa bu pa la
    yong qi dang mian bei
    bu pa bu pa bu pa la
    ye wan zai hei wo jiu dang kan bu jian
    tai yang yi ding jiu kuai chu xian

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    MAI-A-HEE
    MAI-A-HU
    MAI-A-HO
    MAI-A-HA-HA

    Nih lagu kesukaan km, enjoy it :D

  • Ju Hua Tai ... by. Jay Zhou

    Ju Hua Tai
    by: Zhou Jie lun, Jay

    ni de lei guang
    rou ruo zhong dai shang
    can bai de yue wan wan
    gou zhu guo wang
    ye tai man chang
    ning jie cheng le shuang
    shi shui zai ge lou shang bing leng de jue wang

    yu qing qing tan
    zhu hong se de chuang
    wo yi sheng zai zhi shang
    bei feng chui luan
    meng zai yuan fang
    hua cheng yi lv xiang
    sui feng piao san ni de mo yang

    ju hua can man di shang
    ni de xiao rong yi fan huang
    hua luo ren duan chang
    wo xin shi jing jing tang
    bei feng luan ye wei yang
    ni de ying zi jian bu duan
    tu liu wo gu dan
    zai hu mian cheng shuang

    hua yi xiang wan
    piao luo le can lan
    diao xie de shi dao shang
    ming yun bu kan
    chou mo du jiang
    qiu xing chai liang ban
    pa ni shang bu liao an yi bei zi yao huang

    shui de jiang shan
    ma ti sheng kuang luan
    wo yi shen de rong zhuang
    hu xiao cang sang
    tian wei wei liang
    ni qing sheng de tan
    yi ye chou chang ru ci wei wan

  • Manfaat Kacang Hijau

    Sebagai makanan, tanaman yang diperkirakan berasal dari India ini menghasilkan berbagai masakan. Mulai dari aneka panganan kecil, bubur, sampai kolak. Namun selain rasanya yang gurih dan lezat, kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

    Nutrisi Penting
    Kacang hijau atau Phaseolus Aureus berasal dari Famili Leguminoseae alias polong-polongan. Kandungan proteinnya cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain; kalsium dan fosfor yang sangat diperlukan tubuh. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh, sehingga aman dikonsumsi oleh orang yang memiliki masalah kelebihan berat badan.

    Protein Tinggi
    Kacang hijau mengandung protein tinggi, sebanyak 24%. Dalam menu masyarakat sehari-hari, kacang-kacangan adalah alternatif sumber protein nabati terbaik. Secara tradisi, ibu-ibu hamil sering dianjurkan mengonsumsi kacang hijau agar bayi yang dilahirkan mempunyai rambut lebat. Pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk sel rambut memerlukan gizi yang baik terutama protein, dan karena kacang hijau kaya akan protein maka keinginan untuk mempunyai bayi berambut tebal akan terwujud.

    Kalsium dan fosfor
    Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang.

    Lemak Rendah
    Sangat baik bagi orang yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menyebabkan bahan makanan/minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah tengik. Lemak kacang hijau tersusun atas 73% asam lemak tak jenuh dan 27% asam lemak jenuh. Umumnya kacang-kacangan memang mengandung lemak tak jenuh tinggi. Asupan lemak tak jenuh tinggi penting untuk menjaga kesehatan jantung.

    Vitamin B1 (tiamin)
    Untuk pertumbuhan. Pada awalnya vitamin B1 dikenal sebagai anti beri-beri. Selanjutnya dibuktikan bahwa vitamin B1 juga bermanfaat untuk membantu proses pertumbuhan. Defisiensi vitamin B1 dapat mengganggu proses pencernaan makanan dan selanjutnya dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan. Dengan meningkatkan asupan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin B1, seperti kacang hijau, hambatan pertumbuhanpun dapat diperbaiki.

    Meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki saluran pencernaan.
    Secara tak langsung peran ini sangat berkaitan dengan efek perbaikan pertumbuhan badan. Penelitian mengungkapkan bahwa defisiensi vitamin B1 menyebabkan waktu pengosongan lambung dan usus dua kali lebih lambat yang mengindikasikan sulitnya proses pencernaan makanan yang terjadi sehingga kemungkinan makanan tersebut tidak dapat diserap dengan baik.

    Sumber energi
    Vitamin B1 adalah bagian dari koenzim yang berperan penting dalam oksidasi karbohidrat untuk diubah menjadi energi. Tanpa kehadiran vitamin B1 tubuh akan mengalami kesulitan dalam memecah karbohidrat.

    Memaksimalkan kerja syaraf
    Tanda-tanda pertama orang yang kekurangan vitamin B1 adalah penurunan kerja syaraf. Kegiatan syaraf terganggu karena oksidasi karbohidrat terhambat. Penelitian pada sekelompok orang yang makanannya kurang cukup mengandung vitamin B1 dalam waktu singkat muncul gejala-gejala mudah tersinggung, tidak mampu memusatkan pikiran, dan kurang bersemangat. Hal ini mirip dengan tanda-tanda orang stress.

    Vitamin B2 (riboflavin)
    Membantu penyerapan protein di dalam tubuh
    Salah satu teori menyebutkan bahwa vitamin B2 dapat membantu penyerapan protein di dalam tubuh. Kehadiran vitamin B2 akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.

    Tidak kalah dengan kacangnya, kecambahnya juga memiliki manfaat seperti:
    Antioksidan yang terkandung di dalamnya dapat membantu memperlambat proses penuaan dan mencegah penyebaran sel kanker.
    Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan.
    Sangat baik untuk menjaga keasaman lambung dan memperlancar pencernaan. karena bersifat alkalis (basa).
    Untuk kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda-noda hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.

  • Hehe...

    Ternyata... setelah nemuin teksnya, tu lagu yang nyanyiin Liu Jialiang, judulnya "感谢华健" yang maksudnya tu lagu cuma mo say thanks buat Emil Zhou, coz lagu dia dulu jadi pembangkit semangat dia waktu dia lagi down. Huh, kirain love song yang romantis gitu, abis lagunya easy listening juga, hehe, gpp yah, next time aku kasih lagu yang romantis, sekalian ama teksnya deh, biar waktu denger lagunya, bisa ikutan nyanyi juga :D

  • 感谢华健 by. 刘嘉亮

  • Sorry for yesterday

    Semalem, sorry banget deh, aku ga bermaksud marah kok, cm sedikit sebel aja, and u had known my reason :). Jd ya gitu deh kalo aku lagi sebel, omongan (sedikit) ga enak, kadang manasin kuping juga, en males ngomong. But salut banget buat km, semarah or sejengkel apapun aku ma km, km tetep bisa buat aku ketawa. Contohnya semalem waktu km bilang baca blog ku yg kemaren, km bilang " km nyindir saya ya? " hahaha, rasanya udah ga bisa nahan ketawa, tp kan sedikit ja-im, masa lagi marah malah ketawa sih?? :p

    Pengen juga kayak km, abis ngomel2 kemaren lusa gara2 ngerasa aku cuekin ( padahal suer ga ada maksud mo nyuekin loh, cm ya spt km bilang, lagi serius banget,jd maybe ga denger waktu km panggil2 aku :D ), trus cepet banget, langsung balik normal lagi, cengengesan lagi...
    Kok aku ga isa yah? Ngilangin sebelnya aja susah, hehe. Harusnya gmn dong?

    Wah, setelah aku pikir2, ternyata blog ini malah jadi diary aku nih. Jd 'tempat sampah' kalo lagi sebel aja deh, biar ga nyasar ke km or temen2 yg laen :D

    我希望我们的感觉永远都不变 ;)

  • Buat yg protes kemaren, hehe

    Kemaren, dengan bangganya aku kirim email ngabarin kalo aku sekarang udah punya blog sendiri. Sorenya aku udah seneng2 nanya, " gimana, udah baca blog-ku? " trus dengan nyantai banget en tanpa dosa gitu, dia jawab " ga ada apa2nya, kirain ada yang menarik, ternyata isinya cuma cerita2 tok. ">:-[

    Trus aku nanya lagi deh, " emang mintanya isinya apa?? " trus kata dia, mungkin bisa diisi foto2 yg bagus, or games!! Kepikiran juga sih mo ngasi game, tapi ternyata file-nya ga support. Trus udah nyoba ngasi lagu neh, tapi berhubung internetnya lagi 'merangkak' jalannya, ya aku batalin. Gila deh, masa upload 1 lagu, yang gedenya cuma 1,8 Mb aja bisa hampir sejam! itu aja masih belum ada tiga perempat file yg jalan :roll: . Maybe emang kalo jam segini trafic lagi rame kali ya, jd internetku lemot banget.

    Eh iya, ditambah lagi, aku kan juga baru belajar buat blog, jadi banyaknya kekurangan, itu dimaklumi dulu. Mo banyak2 belajar dulu deh, biar next time ga di protes lagi. Tiap hari tak coba update deh. Jadi tiap hari di cek terus yah :D trus siapa tau juga ada nama kamu di sini, bangga dong yang baca sejagad raya, hehe. Btw, thanks yah udah kasih masukan kemaren. Keep reading my blog ;)

  • Memberi Bunga

    Suatu pelajaran buat kita juga...

    Beberapa tahun terakhir, seorang penjaga makam, tiap minggu selalu menerima surat dari orang yang tidak ia kenal, di dalamnya berisikan uang, dan sebaris tulisan yang memintanya untuk selalu meletakkan bunga segar di atas makam anak laki-lakinya.

    Pada suatu hari, mereka bertemu. Hari itu, sebuah sedan merah, berhenti di depan pintu makam, si sopir dengan terburu-buru mendatangi rumah penjaga makam, ia berkata: " Nyonya ada di dalam mobil, di depan pintu makam. Dia menderita suatu penyakit, sehingga ia tidak dapat berjalan, tolong Anda segera datang ke sana. "

    Penjaga makam lalu mengikuti sopir itu menuju mobil di depan pintu makam. Penjaga makam melihat, seraut wajah wanita paruh baya yang begitu sedih, suram, dan sorot mata yang terluka, duduk sambil menggenggam seikat besar bunga segar.

    "Aku adalah Ny. Tang." Dia berkata, " beberapa tahun terakhir, setiap minggu aku selalu mengirimi Anda uang... "

    " Membeli bunga." penjaga makam langsung menjawab.

    " Benar, untuk anak laki-laki ku."

    " Sekalipun, saya tidak pernah lupa menaruh bunga2 itu, nyonya. "

    " Hari ini aku sendiri yang datang, " Ny. Tang dengan suara rendah berkata, " karena dokter berkata bahwa hidupku sudah tidak sampai akhir minggu ini. Mungkin kematian jauh lebih baik daripada hidupku sekarang yang tidak berarti. Aku hanya ingin sekali lagi melihat anak ku, memberi dia beberapa bunga segar."

    Penjaga makam itu tertawa pahit, berkata :" Nyonya, beberapa tahun ini Anda mengirimkan uang untuk membeli bunga, bunga-bunga segar untuk diletakkan di sana, beberapa hari saja bunga itu menjadi kering. Tidak ada orang mencium wanginya, tidak ada orang yang melihat, saya selalu merasa terlalu sayang! "

    " Anda benar-benar berpikir begitu?"

    " Betul Nyonya, tolong Anda jangan marah. Saya sering datang ke rumah sakit, dan panti asuhan. Di sana banyak orang yang mencintai bunga. Mereka senang mencium wangi bunga, melihat bunga. Di sana semuanya orang yang hidup, tetapi mereka yang terkubur di sini, apakah ada yang hidup? "

    Wanita paruh baya itu tak berkata apapun. Dia hanya tertunduk sebentar, lalu segera menyuruh sopirnya untuk menjalankan kembali mobilnya, meninggalkan makam itu.

    Penjaga makam merasa menyesal kurang pertimbangan masak sebelum mengatakan hal itu, mungkin hal itu tidak dapat diterima oleh Ny. Tang.

    Tetapi, beberapa bulan berikutnya, Ny. Tang kembali datang berkunjung ke makam, membuat penjaga makam begitu terperanjat : dia datang mengendarai sendiri mobilnya.
    " Aku telah memberikan semua bunga untuk orang-orang di sana. " Dia berkata kepada penjaga makam sambil tersenyum, " Perkataanmu sungguh benar, mereka melihat bunga begitu senang, benar-benar membuatku 'hidup'! Penyakitku berangsur-angsur membaik, dokter juga tidak mengerti mengapa bisa begini, tapi aku sendiri mengerti, aku merasa hidupku masih berguna."

    Benar, dia telah menyadari, kita semua mengerti, tetapi sering lupa bahwa hidup kita harus berguna bagi orang lain, baru kita dapat merasa bahagia.

  • Di dunia ini, hanya ibu seorang yang baik

    Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang
    membuat sang pria jatuh hati.

    Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang
    tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan
    keputusannya, apapun resikonya bagi dia.

    Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang
    anak sangat tunduk pada orang tuanya).

    Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk
    anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.

    Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun
    ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.

    Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.

    Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.

    Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya
    di tempat lain.

    Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan
    bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit.

    Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan
    sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak bukan suamimu,
    bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.

    Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan
    penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.
    Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.
    Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu,
    sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.

    ==========0000000000==============

    Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam
    sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya?

    Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.

    Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.

    Ketika di rumah, sang ibu menangis Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya,
    untuk bayar di akhir bulan saat gajian.

    Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.
    Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang
    sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan.
    Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat.

    Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri.
    Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu.

    ==========0000000000==============

    Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao" (terjemahannya "Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").

    Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari. Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya.
    Ia memang seorang anak yang cerdas.

    Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini.
    Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak
    terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.

    Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan serius.

    Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2. Ketika
    menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang itu?
    Bukan mencuri kan?". "Saya tidak mencuri, kakek. Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang
    becaknya saya simpan untuk beli jam ini.
    Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.

    Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb.
    Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk
    membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.

    "Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri.
    "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.

    Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis,
    sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi
    kebaikan anaknya.

    Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya.
    "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya. Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya
    yang merupakan familinya.
    Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko,
    memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.

    "Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat kakek
    itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb,
    dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya.Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.

    Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu."Maafkan saya, Nak."
    "Tidak Bu, saya yang bersalah"...

    ===========000=================

    Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena
    tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.

    Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa
    sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.

    Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.

    ===========000==================

    Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.

    Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.
    Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah,karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.

    Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao", lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam
    kegembiraan bersama sang anak.

    Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu.
    "Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.

    Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak
    meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak
    menolak.

    "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata "Nak, kamu
    harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka.

    Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis. Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 "Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah disini",ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.

    Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk
    anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah
    kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.

    Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak
    akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan,
    demi anaknya juga...

    ============000=========

    Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan. Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.

    Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong.
    Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi.
    Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi."

    Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan
    semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar. Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.
    Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.

    Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya.
    Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang
    tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.

    Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu
    membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.

    Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa
    bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik. Ibunya
    memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.

    Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke
    rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah...

    ============000==============

    Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya.
    Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya
    nihil.

    Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di
    persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak
    pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.

    Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil
    mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah "Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"

    Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu "Shi Shang Zhi You Mama Hao" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah.
    Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua
    itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".

    Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, "Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak ibu?".
    Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi.
    Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.

    ============000=============

    Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya.

    Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :

    1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

    2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.

    Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung
    Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara apapun ?

    Tidak diragukan lagi "Ibu kita adalah Orang Yang Paling Mulia di dunia ini"

About me
Friends (0)

The friend list is empty.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.